Pj Gubernur Akmal Malik memberi arahan kepada para pengelola lembaga keagamaan dan lembaga kemasyarakatan di Asrama Haji Balikpapan, Senin (7/5).
Pj Gubernur Akmal Malik memberi arahan kepada para pengelola lembaga keagamaan dan lembaga kemasyarakatan di Asrama Haji Balikpapan, Senin (7/5).

Akmal Malik: Pemberian Bantuan Dana Hibah Harus Berdampak Pada Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting

Akmal Malik: Pemberian Bantuan Dana Hibah Harus Berdampak Pada Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting

Pj Gubernur Akmal Malik memberi arahan kepada para pengelola lembaga keagamaan dan lembaga kemasyarakatan di Asrama Haji Balikpapan, Senin (7/5).
Pj Gubernur Akmal Malik memberi arahan kepada para pengelola lembaga keagamaan dan lembaga kemasyarakatan di Asrama Haji Balikpapan, Senin (7/5).

(KALTIMCHOICE.COM) Balikpapan – Lembaga keagamaan dan kemasyarakatan mendapat bantuan dana hibah dari pemerintah provinsi Kalimantan timur.

Pejabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik berharap bantaun danah hibah tersebut dapat dipergunakan untuk agenda pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting.

Hal itu ia sampaikan saat sosialisasi kepada para calon penerima hibah di Asrama Haji Balikpapan, Senin (7/5).

Baca juga: https://kaltimchoice.com/pemkab-kukar-hibahkan-lahan-demi-lancarnya-program-bnnp-kaltim/

“Kalau lembaga keagamaan dan lembaga kemasyarakatan bisa bangun masjid dan gereja itu biasa. Tapi kalau mereka juga bisa bantu pemerintah atasi stunting dan kemiskinan, itu baru luar biasa,” kata Pj Gubernur Akmal Malik.

Masalah kemiskinan dan stunting di Kalimantan Timur membutuhkan banyak kontribusi dari berbagai elemen masyarakat. Dengan adanya bantuan tersebut, lembaga-lembaga kemasyarakatan yang nantinya diberi bantuan Pemprov Kaltim diharapkan membantu pemerintah, minimal untuk pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting.

Baca juga: https://kaltimchoice.com/dprd-kaltim-penertiban-pom-mini-jangan-tebang-pilih/

Diungkapnya, alasan pemerintah memberikan bantuan kepada lembaga keagamaan dan lembaga kemasyarakatan karena pemerintah tidak mungkin membangun daerah ini sendiri.

Akmal bahkan menyadari bahwa pengentasan kemiskinan dan stunting di Kalimantan Timur belum maksimal dilakukan. lambannya penanganan tengkes dan kemiskinan karena masing-masing instansi bergerak secara parsial. Orkestrasi penanganannya tidak dilakukan secara simultan dan serempak.

Baca juga: https://kaltimchoice.com/dubes-denmark-kunjungan-di-kaltim-pj-gubernur-pamerkan-pembangunan-ikn/

Sebagai informasi, angka kemiskinan di Benua entam saat ini mencapai 6,11 persen dan stunting yang masih 22,9 persen.

Baca juga: https://kaltimchoice.com/kpu-kaltim-dan-bawaslu-dapat-kucuran-anggaran-pilkada-rp-301-miliar/

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Sirajuddin dan puluhan pengelola lembaga keagamaan dan kemasyarakatan.

(KC/SA)